Saturday, February 13, 2010

PESIMIS

Sekedar ingin menyuapi diri dengan segumpal keajaiban
Aku merobek angan yang mustahil terjadi
Sekeda ingin menghiasi diri dengan kemustahilan
Aku menukar mimpiku menjadi cerita fiksi

Aku semakin pesimis tentang keoptimisanku
Aku semakin ragu dengan keyakinanku
Aku semakin takut dengan keberanianku
Aku semakin menyerah dengan semangatku

Sekedar ingin melupakan kenangan hampa kala itu
Aku kukuh menghancurkan segala ingatan laluku
Sekedar ingin membuang semua kepahitan itu
Aku menelan semua manisnya kepalsuan

Aku merasa gagal sebelum berhasil
Aku merasa lemah sebelum menjadi kuat
Aku merasa kecewa sebelum merasa puas
Dan aku merasa gila di atas kewarasanku

Friday, February 12, 2010

APA YANG TERJADI DENGAN LAUT KITA ?

Laut adalah perairan asin yang sangat luas yang menutupi permukaan tanah dan membagi daratan atas benua atau pulau. Indonesia memiliki batas laut teritorial sejauh 12 mil dari garis dasar lurus dan perbatasan laut Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sejauh 200 mil dari garis dasar laut. Laut memiliki peran sebagai tempat muara bagi perairan-perairan kecil, contohnya sungai. Seperti apakah proses yang dialami oleh laut untuk kelangsungan hidup ekosistem di dalamnya ?
Seperti halnya makhluk hidup, laut juga mengalami penguapan. Titik-titik air yang menguap itu akan terbawa angin dan menjadi gumpalan awan lalu turun kembali seperti yang selalu kita sebut hujan. Hujan tersebut tentunya akan terbawa oleh arus sungai dan pada akhirnya akan kembali lagi ke tempat asalnya, yaitu laut. Dan proses seperti itu akan berlangsung secara terus menerus. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan, apakah air hujan yang telah dibawa oleh sungai itu akan kembali ke laut dalam keadaan seperti sebelum terjadi penguapan ?
Agaknya pertanyaan itu perlu kita ajukan kepada diri kita masing-masing. Dengan sangat kita sadari, kita sebagai manusia membuang limbah-limbah kita ke sungai. Dan dengan sangat kita sadari, kita meninggalkan jejak di laut dengan perbuatan kita tersebut. Mungkin dalam hati kita berpikir kalau sampah dengan sendirinya akan tenggelam di dasar laut dan tidak akan terlihat sedikitpun jejak yang kita tinggalkan. Padahal tidak semudah itu. Pernahkah terlintas di pikiran kita, apa dampak yang akan kita timbulkan ? Di bumi memiliki dua kehidupan. Kehidupan laut dan kehidupan darat. Menilik dua pernyataan tersebut, bagaimana jika hanya ada satu kehidupan di bumi ini ? sanggupkah kita membuat insang seperti halnya makhluk laut untuk bertahan hidup di air, bahkan air yang asin ?
Air sungai sering kali kembali ke laut dalam keadaan yang tidak alami. Sangat kita ketahui, sungai memiliki banyak fungsi bagi manusia. seperti mandi, buang air, mencuci pakaian, bahkan memandikan hewan. Dan secara tidak langsung banyak bakteri dan virus yang tertinggal dan bisa jadi membahayakan keselamatan ekosistem laut. Siapa yang tahu bakteri dan virus tersebut merupakan kumpulan dari racun yang mematikan ? dan makhluk laut tidak mungkin sepintar manusia untuk membedakan antara bakteri dan virus yang menguntungkan dengan bakteri dan virus yang merugikan.
Selain membawa berbagai macam bakteri dan virus yang menyatu di dalamnya, air sungai juga tidak jarang mengikutsertakan sampah-sampah kotor yang secara tidak langsung akan bermuara di laut. Bahkan tidak kurang dari 90 % sampah itu berupa plastik, sampah yang membutuhkan ratusan tahun untuk hancur secara alami. Bukan waktu yang sebentar. Dapat diperkirakan setiap 2,6 KM2 terdapat 46.000 sampah plastik dengan berbagai jenis mengapung di lautan dan sebagian sudah tenggelam di dasar laut. Dapat diambil kesimpulan bahwa itu akan sangat mengancam kehidupan satwa laut. Di tanah daratan saja plastik akan sulit hancur, apalagi di tanah lautan yang basah ?